Medan

Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, menuntut Kapolda Irjen Whisnu Hermawan Februanto mundur dari jabatannya. Whisnu menemui para mahasiswa dan menyatakan siap dimutasi jika ada surat telegram rahasia (TR) dari Kapolri mengenai penugasan barunya.

Awalnya, ratusan mahasiswa tersebut melakukan aksi di depan Polda Sumut. Massa menyampaikan tuntutan terkait tukang ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang tewas setelah tertabrak truk Brimob. Selain itu, massa juga mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap rekan mahasiswa mereka saat demo.

Setelah beberapa waktu, Whisnu keluar dan menemui para pengunjuk rasa di gerbang Polda Sumut. Whisnu kemudian mengajak semua mahasiswa untuk duduk di tanah.

Di hadapan Whisnu, perwakilan pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan mereka, termasuk tuntutan agar Whisnu mundur dari jabatannya.

“Kami mendesak Bapak untuk mundur, kami harus menyatakan ini di sini, Pak. Mengapa Bapak harus mundur dari jabatan kapolda? Ini bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan Bapak,” kata salah satu perwakilan pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa juga meminta Whisnu mengusut tuntas tindakan represif aparat kepolisian. Mereka menyebut kawan-kawan mereka juga menjadi korban.

“Dari SOP kepolisian yang kami amati, kami tahu bahwa polisi seharusnya tidak terprovokasi emosi saat menangani pengunjuk rasa. Oleh karena itu, tindakan represif aparat sama sekali tidak diperbolehkan. Kami menuntut penyelidikan menyeluruh atas tindakan represif aparat selama pengamanan unjuk rasa di Sumatera Utara dan memastikan proses hukum yang transparan,” jelas mereka.

Menanggapi tuntutan mundurnya dia sebagai Kapolda Sumut, Whisnu menyatakan siap jika ada perintah dari Kapolri.

“Saya menjadi Kapolda Sumut sejak Juni 2024. Saya dengan senang hati menerima keluhan adik-adik (mahasiswa), anak-anak saya. Saya anggota polisi, saya siap ditugaskan di mana saja, asal ada perintah dari Kapolri. Saya 7 tahun di Papua, berhadapan dengan saudara-saudara kita di sana,” kata Whisnu di hadapan mahasiswa.

Whisnu bersedia pindah tugas hari ini juga jika ada surat telegram yang dikeluarkan Kapolri.

“Kalau saya diperintahkan pindah, kalau ada TR hari ini, saya pindah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan mahasiswa USU menggelar unjuk rasa di depan Polda Sumut di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. Para pengunjuk rasa mulai berkumpul di lokasi sekitar pukul 14.50 WIB. Sekitar 50 mahasiswa mengikuti aksi tersebut.

Mereka mengenakan jaket almamater kampus. Para pengunjuk rasa terlihat membawa beberapa poster seperti ‘Solidaritas untuk Affan Kurniawan’, ‘Kami Demonstran Bukan Anarkis’, dan ‘Kalian Penjaga atau Pembunuh?’.

Selain itu, massa juga menggantung beberapa spanduk di gerbang Polda Sumut. Di antara spanduk tersebut bertuliskan ‘Polisi Pembunuh, Polda Sumut Turun’, ‘Copot Kapolda Sumut’.

Massa mengecam tewasnya tukang ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang tewas setelah tertabrak truk Brimob. Massa juga mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap rekan mahasiswa mereka saat demo.

Sebagai bentuk solidaritas, para mahasiswa pengunjuk rasa menggelar aksi tabur bunga di depan gerbang Polda Sumut dan melemparkannya ke arah personel polisi yang berjaga di dalam markas.

“Mereka itu pembunuhnya, kawan-kawan. Ini bentuk solidaritas untuk Affan Kurniawan yang ditabrak aparat kepolisian. Ini juga bentuk solidaritas untuk teman-teman kita yang mengalami tindakan represif,” kata orator.

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952 sebagai universitas negeri pertama di luar Jawa, awalnya dibangun atas inisiatif lokal untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Sejak itu, USU berkembang menjadi universitas negeri utama di Indonesia, terkenal dengan kontribusinya dalam penelitian dan kampusnya yang luas di Kota Medan.

Markas Besar Polda Sumatera Utara

Markas Besar Polda Sumatera Utara adalah pusat komando penegakan hukum regional di provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Markas ini didirikan sebagai bagian dari kepolisian nasional setelah kemerdekaan Indonesia, beroperasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Markas ini mengawasi operasi dan administrasi kepolisian di seluruh wilayah provinsi yang beragam.

Brimob

Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Brimob” karena ini bukan situs budaya atau tempat, melainkan singkatan umum untuk Korps Brigade Mobil Polri, satuan polisi paramiliter operasi khusus. Brimob didirikan pada tahun 1945 dan merupakan bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Brigade Mobil

Istilah “Brigade Mobil” (Brimob) mengacu pada satuan polisi paramiliter dan operasi khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia. Satuan ini didirikan oleh pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1945 untuk memerangi pejuang kemerdekaan Indonesia dan kemudian diintegrasikan ke dalam kepolisian nasional setelah kemerdekaan. Satuan ini dikenal untuk operasi kontra-terorisme dan pengendalian kerusuhan, meskipun juga terlibat dalam kontroversi pelanggaran HAM yang signifikan sepanjang sejarahnya.

Kepolisian Nasional

Kepolisian Nasional (Polri) adalah lembaga penegak hukum utama di Indonesia. Polri didirikan dalam bentuknya yang modern pada tahun 1946, meskipun akarnya dapat ditelusuri kembali ke masa kolonial. Sebagai lembaga sipil, Polri bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban nasional, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat. Polri berada di bawah Presiden Republik Indonesia.

Jalan Sisingamangaraja

Jalan Sisingamangaraja adalah jalan utama di Medan, Indonesia, dinamai untuk menghormati Sisingamangaraja XII, pahlawan nasional dan raja Batak yang memimpin perlawanan panjang terhadap pemerintahan kolonial Belanda pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Saat ini, jalan ini merupakan pusat komersial dan pemerintahan yang menonjol di Kota Medan.

Kota Medan

Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia, dan secara historis tumbuh menjadi pusat ekonomi utama karena didirikannya sebagai pusat perkebunan tembakau dan karet yang menguntungkan di wilayah tersebut selama era kolonial Belanda. Saat ini, Medan adalah metropolis multikultural yang ramai, dikenal dengan arsitekturnya yang beragam, termasuk bangunan-bangunan era kolonial, dan sebagai gerbang menuju Danau Toba.

USU

USU adalah singkatan dari Universitas Sumatera Utara, sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara. Didirikan pada tahun 1952, USU merupakan universitas negeri pertama di luar Pulau Jawa dan telah berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang penting dengan berbagai fakultas dan program studi.