Bandung

Suasana sepi terlihat di halaman SMAN 1 Bandung. Tak ada keriuhan siswa berseragam putih-abu seperti biasa di sekolah yang terletak di Jalan Dago itu.

Seluruh kegiatan belajar mengajar dialihkan ke rumah masing-masing, menyusul kebijakan sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat demonstrasi massal yang berakhir ricuh di Kota Bandung.

Langkah ini diambil karena lokasi SMAN 1 Bandung dinilai cukup dekat dengan titik aksi, yaitu area depan Gedung DPRD Jawa Barat hingga persimpangan Cikapayang.

Jarak dari sekolah ke titik tersebut hanya sekitar dua kilometer, sehingga dianggap berada di zona merah yang rentan terdampak kerusuhan.

“Karena menurut pemberitaan media, sangat masif, bahwa hari ini akan ada demonstrasi tambahan. Kebetulan sekolah kami juga berada di zona merah. Karena dekat dengan titik pusat demonstrasi,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Bandung.

Wakil Kepala Sekolah menegaskan, kebijakan PJJ ini diambil semata untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, terutama terkait keselamatan siswa dan tenaga pengajar.

Kekhawatiran itu cukup beralasan, mengingat aksi demonstrasi dari Jumat hingga dini hari Sabtu diwarnai kericuhan. Sejumlah fasilitas umum di Jalan Diponegoro dan Jalan Dago dirusak bahkan dibakar massa.

“Orang tua juga sangat mendukung hal ini, karena mereka juga sangat khawatir dengan kondisi anak-anak jika sewaktu-waktu demonstrasi ini muncul di daerah kami. Makanya orang tua sangat mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh ini,” ujar mereka.

Meski sistem pembelajaran dilakukan daring, sekolah tetap menekankan kedisiplinan dalam melapor kepada guru. Setiap tenaga pengajar wajib memberikan bukti kegiatan pembelajaran, dari materi yang disampaikan hingga dokumentasi foto mengajar online.

“Bahwa mereka ada di kelas mana pada jam pelajaran tertentu, mengajar materi apa, lalu bukti foto bahwa para guru sudah mengajar secara daring,” jelas Wakil Kepala Sekolah.

Pembelajaran jarak jauh di SMAN 1 Bandung dijadwalkan berlangsung hingga 4 September 2025. Namun, sekolah tetap membuka opsi mempercepat kembali pembelajaran tatap muka jika situasi di Bandung dinilai sudah kondusif lebih cepat.

“Rencananya kami sampai tanggal 4. Tapi kalau misalnya situasi tiba-tiba kondusif, maka kita akan kembali ke pembelajaran normal, tatap muka seperti biasa,” tegas mereka.

Gedung SMAN 1 Bandung

Gedung SMAN 1 Bandung adalah lembaga pendidikan bersejarah di Indonesia, awalnya didirikan pada 1953 sebagai kelanjutan dari sistem Hogere Burgerschool (HBS) ternama dari era kolonial Belanda. Sekolah ini terkenal sebagai almamater banyak tokoh terkemuka Indonesia dan diakui karena keunggulan akademik serta arsitekturnya yang terinspirasi gaya Eropa klasik.

Bandung

Bandung adalah ibu kota Provinsi Jawa Barat, Indonesia, terkenal dengan sebutan “Paris van Java” karena arsitektur bergaya Eropa, bangunan art deco, serta adegan kreatif dan kuliner yang dinamis. Secara historis, kota ini menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955, pertemuan penting negara-negara yang pernah dijajah yang berperan besar dalam mempromosikan kerja sama dan dekolonisasi.

Jalan Dago

Jalan Dago (sekarang secara resmi disebut Jalan Ir. H. Juanda) adalah jalan utama bersejarah dan dinamis di Bandung, Indonesia, yang awalnya dikembangkan pada era kolonial Belanda. Saat ini, jalan ini merupakan pusat budaya dan komersial terkenal, dikenal dengan warung makan akhir pekan, kafe, belanja, dan suasana jalanan yang ramai.

Gedung DPRD Jawa Barat

Gedung DPRD Jawa Barat adalah kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Gedung ini berfungsi sebagai pusat kegiatan legislatif dan tata kelola demokrasi provinsi. Meski sejarah pembangunannya secara spesifik tidak banyak terdokumentasi, gedung ini mewakili tata kelola pemerintahan administratif modern salah satu daerah terpadat di Indonesia.

Persimpangan Cikapayang

Persimpangan Cikapayang adalah persimpangan lalu lintas utama yang terkenal sangat padat di Bandung, Indonesia. Meski tidak memiliki sejarah kuno, persimpangan ini telah menjadi landmark modern karena desainnya yang kompleks dan peran pentingnya dalam mengatur arus lalu lintas berat kota.

Jalan Diponegoro

Jalan Diponegoro adalah jalan utama di Jakarta, Indonesia, yang dinamai untuk menghormati Pangeran Diponegoro, pahlawan nasional yang memimpin pemberontakan terkenal melawan pemerintahan kolonial Belanda dalam Perang Jawa (1825–1830). Saat ini, jalan ini merupakan urat nadi perkotaan yang ramai dikenal dengan gedung pemerintahan, kedutaan besar, dan aktivitas komersialnya.

Jalan Dago

Jalan Dago (sekarang secara resmi disebut Jalan Ir. H. Juanda) adalah jalan utama bersejarah dan dinamis di Bandung, Indonesia, yang awalnya dikembangkan pada era kolonial Belanda sebagai kawasan permukiman prestisius bagi elite Eropa. Saat ini, jalan ini terkenal dengan atmosfernya yang ramai, dipenuhi banyak kafe, restoran, butik, dan pasar jalanan akhir pekan yang populer.