Sushma Swaraj tegaskan India tidak berpidato di Konferensi Bandung.
New Delhi: Kongres bersama partai-partai oposisi lainnya telah mengajukan mosi hak istimewa terhadap Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj di Rajya Sabha karena diduga menyesatkan Dewan terkait dua isu — kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Lahore pada 2015 dan Konferensi Bandung di Indonesia pada tahun yang sama.
Para pemimpin dari berbagai partai politik menuduh Sushma Swaraj “memberikan informasi yang salah tentang konferensi hubungan Asia Afrika Bandung”. Mereka menambahkan bahwa meski Sushma Swaraj mengklaim tidak menyampaikan pidato apa pun selama konferensi Bandung, partai-partai oposisi telah mengunduh sebuah pidato yang diklaim sebagai bukti dan akan melampirkannya.
Pemerintah dan oposisi kemarin terlibat dalam perang mulut di Rajya Sabha mengenai pernyataan India di Konferensi Bandung. Seorang anggota senior Kongres menuduh bahwa nama Perdana Menteri pertama Jawaharlal Nehru dihilangkan dari pidato yang disampaikan oleh Menteri Negara Luar Negeri di konferensi tersebut.
Seorang anggota Trinamool Congress mendukung anggota Kongres tersebut dalam menyerang pemerintah. Namun, Sushma Swaraj menyatakan India tidak berpidato di Konferensi Bandung. Ia mengatakan pidato yang dirujuk itu disampaikan di Konferensi Afro-Asia lain yang diadakan secara terpisah.
“Ini adalah dua konferensi yang berbeda,” tegasnya.
Pandit Nehru adalah salah satu anggota pendiri Konferensi Bandung pada tahun 1955.
Mosi hak istimewa kedua adalah atas tuduhan “memberi informasi yang salah kepada Dewan tentang kunjungan PM Modi ke Lahore 2015, dengan klaim tidak ada insiden teror setelahnya”.
Namun, oposisi menyatakan bahwa serangan teror Pathankot terjadi segera setelah kunjungan PM Modi dan ada lima insiden lain terkait teror setelahnya juga.
Anggota Kongres itu juga mempertanyakan alasan PM Modi melakukan kunjungan itu ke Pakistan dan “mengapa, hingga saat ini, tidak ada yang tahu detail pertemuan tersebut”.
“Anda sedang dalam perjalanan ke Afghanistan dan mampir di Lahore di tengah jalan; hingga hari ini Perdana Menteri belum memberi tahu bangsa ini pembicaraan apa yang terjadi. Di satu sisi, Anda tersinggung dan membatalkan pembicaraan setelah Pakistan mengundang separatis untuk acara minum teh, dan di sisi lain, Anda melakukan kunjungan dramatis yang melanggar semua protokol,” katanya.
Pada Desember 2015, keputusan spontan PM Modi untuk “mampir” ke Lahore untuk memberikan ucapan selamat kepada Nawaz Sharif pada hari ulang tahunnya menuai kritik dari partai-partai oposisi. PM Modi sedang dalam perjalanan kembali ke Delhi setelah kunjungan satu hari ke Afghanistan.
Konferensi Bandung
Konferensi Bandung adalah pertemuan bersejarah negara-negara Asia dan Afrika yang diadakan di Bandung, Indonesia, pada April 1955. Ini merupakan tonggak penting dalam proses dekolonisasi dan Perang Dingin, karena mempromosikan kerja sama antar bangsa yang baru merdeka dan mengarah pada pembentukan Gerakan Non-Blok. Prinsip-prinsip konferensi, yang dikenal sebagai “Prinsip Bandung,” menganjurkan perdamaian dan kerja sama dunia.
Rajya Sabha
Rajya Sabha adalah majelis tinggi Parlemen bikameral India, yang mewakili negara bagian dan wilayah persatuan India. Lembaga ini pertama kali dibentuk pada 1952, setelah adopsi konstitusi India, dan berfungsi sebagai badan permanen yang tidak dapat dibubarkan.
Lahore
Lahore adalah pusat budaya, sejarah, dan ekonomi utama di Pakistan, sering disebut sebagai “jantung budaya” atau “Kota Taman” negara itu. Sejarahnya menjangkau lebih dari satu milenium, pernah menjadi ibu kota bagi berbagai kekaisaran termasuk Mughal, yang meninggalkan warisan arsitektur abadi seperti Benteng Lahore dan Masjid Badshahi.
Pathankot
Pathankot adalah sebuah kota di negara bagian Punjab, India, yang secara historis dikenal sebagai gerbang strategis karena lokasinya di pertemuan tiga negara bagian utara. Kota ini memiliki sejarah kaya sebagai pos perdagangan dan militer, dengan benteng kuno seperti Benteng Nurpur di dekatnya, yang mencerminkan signifikansi masa lalunya di bawah berbagai kekaisaran regional.
Afghanistan
Afghanistan adalah persimpangan peradaban yang kaya akan sejarah, dengan warisan yang dibentuk oleh kekaisaran seperti Greco-Baktria dan Timuriyah. Situs budayanya termasuk patung Buddha kuno Bamiyan dan Menara Jam, keduanya merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Sejarah baru-baru ini negara itu ditandai dengan konflik berkepanjangan, yang telah memengaruhi rakyat dan warisan budayanya.
Pakistan
Pakistan adalah negara-bangsa modern yang didirikan pada 1947 sebagai tanah air bagi Muslim anak benua India. Wilayahnya adalah rumah bagi peradaban kuno, yang paling terkenal adalah Peradaban Lembah Indus, yang berusia lebih dari 8.000 tahun. Wilayah ini memiliki sejarah kaya kekaisaran berturut-turut, termasuk pemerintahan Persia, Yunani, Islam, dan Inggris.
Nawaz Sharif
Nawaz Sharif bukanlah tempat atau situs budaya, melainkan politisi Pakistan terkemuka yang menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan selama tiga periode. Ia adalah tokoh penting dalam sejarah politik negara itu dan pemimpin partai Pakistan Muslim League (Nawaz). Karier politiknya ditandai dengan periode pemerintahan, pengasingan, dan pengaruh signifikan terhadap kebijakan ekonomi dan luar negeri Pakistan.
Jawaharlal Nehru
Jawaharlal Nehru adalah Perdana Menteri pertama India, menjabat dari 1947 hingga kematiannya pada 1964, dan merupakan tokoh sentral dalam gerakan kemerdekaan India. Meski bukan sebuah tempat, warisannya dihormati di situs-situs seperti Planetarium Nehru dan Teen Murti Bhavan, bekas kediaman resminya di New Delhi, yang kini berfungsi sebagai museum yang didedikasikan untuk hidupnya dan sejarah India modern.