Jakarta

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membuka posko pengaduan orang hilang selama aksi unjuk rasa pada 25-31 Agustus 2025. Melalui posko ini, KontraS menerima 23 laporan orang hilang.

“Berdasarkan hasil aduan masyarakat yang disampaikan kepada KontraS melalui kanal Posko Pengaduan Orang Hilang per 1 September 2025, terdapat 23 laporan orang hilang,” tulis KontraS di akun Instagram resminya.

Laporan-laporan ini berasal dari beberapa wilayah. “(Laporan) dari lima kota: Bandung, Depok, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan satu lokasi tidak diketahui,” lanjut KontraS.

Aduan yang masuk kemudian diverifikasi oleh KontraS. Hasilnya menunjukkan 20 orang hilang yang belum ditemukan dan tiga orang yang sudah terlacak.

“Jika mengetahui atau ingin memberikan informasi mengenai penghilangan paksa di sekitar Anda, silakan hubungi hotline,” kata KontraS.

Sebagai informasi, KontraS membuka posko pengaduan orang hilang selama aksi unjuk rasa pada 25-31 Agustus 2025 dan seterusnya. KontraS menyertakan hotline yang dapat dihubungi: 0896-3522-5998.

Berikut identitas orang hilang yang dilaporkan berdasarkan data KontraS per 1 September 2025:

Bandung

1. Muhammad Restu Agustin

Depok

1. Alfi Zahad Adzami
2. Muhammad Nagieb Abdillah

Jakarta Pusat

1. Aang Sabela
2. Ade Sahrudin
3. Afri Koes Aryanto
4. Ahmad Baihaqi
5. Akmal Auzar Satria
6. Alif Rizky Alhafiz
7. Chandra Pratama Wijaya
8. Muhammad Daud Ibrohim
9. Ratih Fitri Setyosari
10. Reno Syahputradewo
11. Romi Putra Prawibowo
12. Ruby Akmal Azizi
13. Surya Alkaf Susanto

Jakarta Timur

1. Muhammad Hasan Malik
2. Syamsul Bahri

Jakarta Utara

1. Andi Muksin

Tidak Diketahui

1. Rama Sugiyanto

Daftar orang hilang yang dilaporkan telah ditemukan:
Jakarta Pusat

1. Joko Prasetyo
2. M Didik Afrianto

Jakarta Utara

1. Nirmala Tasya.

Jakarta

Jakarta adalah ibu kota dan kota terbesar di Indonesia, terletak di pesisir barat laut Jawa. Didirikan pada abad ke-4 sebagai pelabuhan Hindu Sunda Kelapa, kemudian ditaklukkan dan dijadikan ibu kota kolonial Hindia Belanda dengan nama Batavia pada 1619. Namanya diubah menjadi Jakarta setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 1945.

Bandung

Bandung adalah ibu kota Jawa Barat, Indonesia, dikenal sebagai “Paris van Java” karena arsitektur era kolonial dan adat seni serta fesyennya yang dinamis. Secara historis, kota ini terkenal secara internasional sebagai tuan rumah Konferensi Asia-Afrika 1955, sebuah peristiwa penting bagi Gerakan Non-Blok selama Perang Dingin.

Depok

Depok adalah sebuah kota di Jawa Barat, Indonesia, yang awalnya didirikan pada abad ke-17 sebagai perkebunan pertanian pribadi oleh Cornelis Chastelein, seorang pejabat kolonial Belanda. Sejarah uniknya sebagai permukiman Kristen telah membentuk identitas budaya khasnya di wilayah tersebut. Kini, Depok telah berkembang menjadi kota pelajar utama dan bagian dari wilayah metropolitan Jakarta.

Jakarta Pusat

Jakarta Pusat adalah jantung administratif dan politik Indonesia, yang menampung gedung-gedung pemerintahan terpenting negara, termasuk Monumen Nasional (Monas) dan Istana Kepresidenan. Ditetapkan sebagai ibu kota pada era kolonial Belanda ketika masih bernama Batavia, kawasan ini telah menjadi pusat kekuasaan selama berabad-abad, berkembang menjadi pusat bisnis dan keuangan modern yang ramai setelah Indonesia merdeka.

Jakarta Timur

Jakarta Timur adalah satu dari lima kota administratif ibu kota Indonesia, Jakarta, yang secara resmi dibentuk pada akhir abad ke-20 seiring perluasan kota. Secara historis, kawasan ini merupakan kumpulan desa dan mengalami perkembangan pesat pada era pascakemerdekaan, menjadi pusat permukiman dan industri utama bagi metropolitan yang tumbuh pesat.

Jakarta Utara

Jakarta Utara adalah wilayah administratif pesisir ibu kota Indonesia, dikenal dengan sejarahnya sebagai kota pelabuhan tua Sunda Kelapa, yang dulunya merupakan pusat perdagangan vital bagi Kerajaan Sunda. Kini, kawasan ini memiliki situs bersejarah seperti gudang-gudang tua Belanda dan distrik Kota Tua, yang mencerminkan masa lalunya yang kolonial. Kawasan ini juga dikenal dengan pelabuhan modernnya yang ramai, Tanjung Priok, serta tantangan erosi pantai dan urbanisasi yang terus berlanjut.