Anggota DPR dari Leyte, Ferdinand Martin Romualdez, mengundurkan diri sebagai Ketua DPR menyusul kontroversi penyisipan anggaran dan penyelidikan proyek pengendalian banjir yang bermasalah.
“Dengan kerendahan hati dan rasa syukur, saya sampaikan pidato ini. Bersama rekan-rekan, kami bekerja keras mengesahkan reformasi yang menghidupi keluarga, menciptakan lapangan kerja, memperluas akses pendidikan, dan memperkuat layanan kesehatan. Ini adalah pencapaian yang akan bertahan melampaui masa jabatan saya, dan saya akan selalu bangga pada apa yang telah kita raih sebagai wakil rakyat,” kata Romualdez dalam sidang paripurna, Rabu ini.
“Namun kepemimpinan juga menuntut pilihan yang sulit. Hari ini, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat,” tambahnya.
Romualdez bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak ada yang disembunyikan.
“Saya tegaskan: Saya tidak bersalah dan tidak ada yang saya sembunyikan. Satu-satunya tujuan saya adalah melayani dan meningkatkan kehidupan setiap keluarga Filipina. Namun saya juga sadar, ketika muncul pertanyaan, kepercayaan rakyatlah yang harus selalu diutamakan,” ujar politikus itu.
“Sepahit apa pun bagi saya, saya mengundurkan diri agar penyelidikan independen dapat berjalan bebas—tanpa tekanan, tanpa pengaruh, dan tanpa rasa takut. Ini bukan menyerah, tetapi suara hati. Saya lakukan ini karena saya percaya bahwa pelayanan sejati berarti menghargai kepercayaan rakyat lebih dari jabatan apa pun,” tambah Romualdez.
Dia mengatakan, jika pengunduran dirinya membantu memulihkan kepercayaan terhadap institusi, dia akan melakukannya sebagai contoh akuntabilitas.
Anggota DPR dari Isabela, Faustino “Bojie” Dy III, terpilih sebagai Ketua DPR yang baru, dengan janji untuk memperbaiki citra lembaga itu menyusul kontroversi penyisipan anggaran dan proyek banjir.
“Saya tidak akan membela yang bersalah dan saya tidak akan melindungi yang korup,” tegas Dy.