Di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis, Pemerintah Kota Depok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Pertemuan Tingkat Tinggi (PTT) di Gedung Edelweis, Balai Kota Depok, pada hari Selasa. Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya serius untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga.
Wakil Wali Kota Depok hadir bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bank Indonesia, Bulog, BPS, dan perangkat daerah. Semua duduk dalam satu meja untuk membahas satu hal: bagaimana Depok dapat menjaga ketahanan pangan di tengah lahan terbatas dan ketergantungan tinggi pada pasokan dari luar daerah.
Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Depok menekankan bahwa inflasi bukan sekadar angka. “Jika harga tidak terkendali, daya beli masyarakat menurun. Namun jika inflasi bisa dijaga, masyarakat semakin sejahtera dan pertumbuhan ekonomi daerah juga meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, masalah utama Depok terletak pada pasokan pangan yang sebagian besar masih didatangkan dari luar kota. Alhasil, harga bahan pokok mudah bergejolak. Oleh karena itu, solusinya tidak bisa hanya berupa operasi pasar atau intervensi harga sementara. Harus ada strategi jangka panjang berupa penguatan ketahanan pangan lokal.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh kolaborasi dengan Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi ini akan membantu meningkatkan produksi pangan lokal, memperluas sumber pasokan, memanfaatkan teknologi digital, serta memperkuat UMKM dan koperasi,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, TPID Depok ingin menegaskan komitmennya: ketahanan pangan bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan harian, melainkan fondasi utama perekonomian daerah. Dengan memperkuat rantai pasok, mendorong produktivitas lokal, dan menjaga stabilitas harga, Depok berharap inflasi dapat tetap terkendali dan kesejahteraan warganya terus meningkat.